cliuqe

cliuqe
anywhere

Jumat, 11 Januari 2013

CERPEN-Dia Libur Aku Lembur, Aku Libur Dia Lembur


Dia Libur Aku Lembur, Aku Libur Dia Lembur
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria itu. Hhhhmmmm….senyumnya manis sekali, sangat melekat di ingatanku. Hanya sekali aku memandanganya, namun berhari-hari terbayangkan senyum itu. Yugi...Yugi Alfaro, hem…tentu saja aku tau nama pria itu bukan karena hasil perkenalan antara kami berdua, melainkan ia adalah classmate ku, dan aku adalah Ainie. So…ini sepenggal kisah cinta pertamaku.
Semakin mempesona saja pria itu bagi ku, tatkala ia memainkan gitarnya di kelas ketika jam istirahat bersama teman-teman yang lain. Dan tentu saja aku tak ingin ketinggalan momen yang asyik ini. Aku pun ikut bergabung dan tanpa ada yang tau bahwa aku sangat terkesima melihatnya….Wow….! cool….! Lagu nya yang selalu ku ingat dan sangat merdu ketika dia menyanyikannya…gak kalah dengan penyanyi aslinya, Aku Masih Sayang-ST12. Sangat asyik di dengar oleh telingaku.
Saat itu kami masih duduk dibangku SMA kelas X, dan aku telah menyukainya. Tiap hari pandanganku tak lepas darinya. Entah kenapa…..aku pun tidak mengerti. Kelas XI aku dan dia mengambil jurusan yang berbeda, Aku Mengambil Jurusan IPA  sedangkan Yugi IPS. Tentu saja kami berdua berbeda kelas. Sedih juga, tapi aku gak bisa berbuat apa-apa. Hari-hari ku di sekolah hanya bisa melihatmya dari kejauhan. Pada masa kelas XI ini, kami lancar berkomunikasi via handphone, rasanya semakin dekat saja perasaan ini. Tapi ada sesuatu yang aneh dan sangat tidak aku mengerti, aku tak punya keberania menyapa dia di dunia nyata. Berbicara dengannya pun hampir tak pernah, kalaupun bertemu dan berpapasan hanya senyum tipis yang terlihat. Percaya atau tidak, jantungku hamper lepas jika berdekatan dengannya. Keringat ku tak bisa di control entah apa yang terjadi dengan diriku. Mungkin dia heran, via telephone aku sangat akrab tapi di dunia nyata kami seperti tidak kenal satu sama lain. Kerap kali ia ingin mengajak bertemu, entah apa saja alasanku. Malu nya tak bisa dibayangkan. Aneh…aku sempat menangis meratapi kemalanganku ini.
Kelas XII aku dan dia tentu saja tetap berbeda kelas. Pada masa ini, dia telah mengetahui perasaanku. Hmm..perasaan itu telah aku beritahu padanya lebih dulu. Bagaimana bisa aku menahannya terlalu lama, bisa meledak nih hati aku. Tapi aku tak memintanya untuk pacaran denganku, karena aku pun belum diizinkan pacaran oleh kedua orang tuaku. Jadi yugi dan aku hanya berkomunikasi biasa saja via handphone. Banyak momen-momen yang terjadi bersamanya pada masa kelas terakhir ini, baik itu momen manis dan momen galau sekalipun. Aku tak menyangka bisa bertahan menyukai seorang pria bahkan dari kelas X sampai kelas XII. Aku tak terlalu memperlihatkan perasaanku ini padanya, karena aku merasa belum mampu mempertanggungjawabkan perasaanku ini. Hingga yugi dan aku sempat juga berjarak dan hubungan kami pun kurang baik. Mungkin dia kesal dengan sikap dan perasaanku yang menurutnya menyebalkan dan sulit diterka. Aku menyukai pria ini dan bisa dikatakan bahwa aku menyayanginya, tapi aku berpacarana dengan pria lain. Meski dilarang oleh orang tua tapi aku tetap saja nekad. Mungkin aneh, aku menyukai pria lain dan pacaran dengan pria yang lain pula. Akhirnya perasaan aku dan Yugi pun tidak pernah bertemu. Aku tak pernah tau apakah dia memiliki perasaan yang sama atau tidak pada ku, yang ku tahu dia hanya mengagumiku.
SMA pun usai, aku melanjutkan study ku di bumi melayu Pekanbaru. Yugi melanjutkan studynya di kota metropolitan Medan. Akhirnya aku dan Yugi saling berjauhan. Entah apa yang mendorong hatinya, dia datang kembali padaku dan menanyakan padaku lagi tentang perasaan ku. Komunikasi ku dengan Yugi lancer saja via handphone, hingga pada saat ia bertanya,”masih sayang nggak sama ku?”.
Dug……….! Detak keras jantungku kaget mendengar pertanyaan Yugi. Aku bingung harus jawab apa, satu sisi aku ingin menjawab, “I Still Love You, Boy”. Namun di sisi lain, aku masih berpacaran pada saat itu. Aku tidak mungkin mendua, aku tidak bisa mengatakan sayang kepada orang lain sementara statusku adalah masih pacar orang lain. No…..sungguh Ainie tidak sekejam itu.
       Dia menunggu jawabanku. Pada saat itu bulan juli tanggal 16 2009, aku membuat keputusan yang sudah ku pertimbangkan jauh hari sebelumnya. Aku berencana menjawabnya pada tanggak 27 juli tepat pada hari ultahnya, tapi aku tak tega membuatnya menunggu terlalu lama. Akhirnya ku putuskan untuk mengakhiri hubungan ku dengan pacarku dan jadian dengan Yugi pada tanggal 17 juli 2009.
       Akhirnya cinta ku dan yugi bertemu juga. Long Distance Relationship (LDR), becanda, tertawa, serius, salah paham, semua terjadi bertahap dalam hubungan ku dan Yugi. Empat bulan berjalan, ternyata hubungan pun tak selamanya mulus. Banyaknya masalah dan hal-hal yang ku hadapi di kampus membuat aku dan Yugi kerap kali salha paham. Menurut dia aku terlalu banyak aturan dan egois serta apalah yang ada di fikirannya tentang ku. Ketika dia ada waktu, aku tidak bisa meluangkan waktu, dan ketika aku ada waktu, dia pun ada kegiatan. Yang terjadi adalah dia libur aku lembur, aku libur dia lembur. Salah paham dan terus salah paham. Aku dan yugi sering ribut, lewat sms bahkan facebook. Sungguh tak ada orang ketiga, aku tidak tau apa penyebabnya aku dan Yugi berpisah. Apakah mutlak karena kekerasan kepalaku, ataukah karena LDR atau ada penyebab lain. Aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi. Aku yang belum mengenali dia seutuhnya ataukah aku yang berubah. Aku pasrah….
Hingga akhirnya, dia mengatakan, “ Ainie, aku tak mampu lagi mencintaimu, maafkan aku, semoga kelak akan ada pria yang memahamimu lebih baik dari aku, dan berubahlah menjadi lebih baik dengan pria yang mencintaimu nanti. Selamat tinggal…”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar