Jumat, 07 Juni 2013
Senin, 18 Maret 2013
Cerpen-Seperti Mimpi
SEPERTI
MIMPI
Terasa
seperti bermimpi aku di pertemukan dan dekat denganmu. Orang baru yang masuk ke
dalam hidupku dan memenuhi hatiku.
Berawal
dari bulan maret 2012, Allah mempertemukan kita. Pandangan yang beradu satu
sama lain, dihiasi manisnya senyuman yang saling terlihat. Hhhmmm….jantungku
seperti berhenti berdetak.
Kamu
mulai mendekatiku. Sangat terlihat jelas di ingatan ku caramu menarik
perhatianku. Di mataku, kamu aneh sekali saat itu, seolah memberiku perhatian
yang menurutku…ah…kamu itu ada-ada saja. Namun aku tak terlalu memberikan
harapan, karna aku masih berpacaran. Meski kamu berusaha meyakinkanku dengan
hatimu, tapi aku belum bisa menetapkan hatiku semudah itu. Kamu pun
melonggarkan jarak denganku dengan dalam kamu memperhatikanku.
Kala
itu, aku masih memiliki pacar. Meski di ujung tanduk tapi aku belum berfikir
untuk mengakhirinya, apalagi karena orang ketiga. Di masa genting itu pula,
kamu datang memberiku sebuah harapan baru, senyuman baru, canda baru…hhmmm…dan
aku sangat merasakannya.
Namun
aku tak mau gegabah, dalam pertahanan cinta ku..aku pun masih berusaha
mengendalikan hatiku pada pacarku. Namun, hatiku semakin gersang…dan
tandus…..sehingga hubunganku dengan pacarku pun….seperti tak bernyawa lagi.
Seminggu,
hanya seminggu waktuku beristirahat dengan kesendirian. Entah kenapa hatiku
terbujuk untuk memanggilmu kembali. Seperti ada celah dalam hati ini untuk
harapan baru yang kamu tawarkan itu. Sebenarnya aku pun belum terlalu yakin,
karena aku takut kecewa lagi. Bertanya dalam hatiku, apakah kamu serius
denganku?
Tepat
pada tanggal 29 juni 2013 dini hari, kita resmi jadian.
Hingga
sekarang, aku masih merasa seperti mimpi denganmu. Aku lihat foto kita berdua,
sungguh dekat sekali. Aku pandangi wajahmu dengan saksama, dalam dan lebih
dalam. Dalam hatiku selalu terheran. “ah…masa’ sih………! Ah masa’ iya nih…!”,
ujaran itu terucap berulang-ulang dalam hatiku.
Aku
seperti masih berada dalam kehidupan masa laluku, seperti masih dengan pacar
lamaku saja. Kamu seperti mimpi ku yang hadir nyata di depanku.
Rasanya
ingin sekali aku memandangmu dengan sangat lama, menyentuh pipi mu, untuk
memastikan bahwa kamu adalah nyata.
Minggu, 10 MARET 2013
Kamis, 31 Januari 2013
Cerpen-Cinta, Kesuksesan dan Harta
Cinta,
Kesuksesan dan Harta
Pada
hari di musim semi yang indah itu, di suatu tempat di atas planet bumi, di
antara pulau-pulau dan di atas batas-batas tepi kemanusiaan. Juga, di antara
jalan-jalan kehidupan, kota-kota dunia nan luas dan di atas bukit-bukit indah
yang rumah nan cantik itu berbeda. Pada hari tersebut nyonya rumah keluar
bermaksud memeriksa keadaan sekeliling rumah. Tiba dihadapannya ia melihat tiga
orang laki-laki yang kewibawaan mereka memancarkan kebijaksanaan dan
ketenangan, yang sedang duduk dip agar rumah. Ia mendatangi mereka dalam
keadaan khawatir. Penuh tanda tanya di setiap tempat. Apa yang mereka inginkan?
Penampilan mereka kelihatan asing. Siapakah gerangan mereka? Dan apa yang
sedang mereka tunggu?
Secara
malu-malu ia menghampiri dan mendahului mereka dengan sapaan dan salam.
Kemudian dengan gugup ia melanjutkan, “Anda semua kelihatan asing dan bukan
dari sekitar sini?”
Salah
seorang dari mereka tersenyum dan menjawab salam, lalu membenarkan bahwa mereka
memang orang asing. Kemudian ia menanyakan apakah pemimpin rumah ada di dalam?
Wanita itu memberitahu mereka bahwa ia masih bekerja dan akan kembali pada sore
hari.
Dengan
penuh kehormatan dan penghargaan, mereka tersenyum kepadanya dan mengatakan,
“Bila begitu kami akan menunggu sampai sore hari”. Ia kembali ke rumah sambil
terus bergumam, “Mereka tamu-tamu kami. Oleh sebab itu, aku harus membuat
makanan paling lezat dan mengundang selera, serta merapikan rumah sampai
suamiku pulang sore ini. Agar ia dan para tamunya merasa nyaman dengan kondisi
jamuan spesial ini.”
Cerpen-Aku Kembali
Aku kembali
“Lihat-lihat kalo jalan kawan, pengguna jalan bukan Cuma
anda saja..” celetuk ku pada dua orang pria yang sedang mabok di jalanan.
“Ini jalanan kekuasaan ane genk, ente gak usah bawel kaya
nenek-nenek, hahahahaha…” kedua pria itu hanya meledek enteng padaku.
Tiba-tiba, bruuuukkk…..Gubrakkkk….!
Kedua pria itu pun babak belur ditanganku, tidak segampang
itu berkata denganku kawan, aku menggerutu jengkel dalam hati, dan melanjutkan
perjalananku pulang.
Aku Zian, yang namanya tawuran, berantem, pukul-memukul
baik itu terhadap perempuan sekalipun, hajar- mengahajar, minum, rokok, ketua
geng, bahkan…..hemmm….semua itu sudah menjadi aktivitasku sehari-hari. Orang
tua telah berulang-ulang menasehatiku, tapi tak satupun lekat di telingaku.
Hingga mereka lelah dan tidak tahu harus bagaimana, alhasil aku semakin meraja
lela dengan semua kelakuan ku dan perbuatanku yang kulakukan sesuka hatiku.
Aku sering tinggal sendiri di rumah. Orang tua ku sering
pergikeluar kota dengan adikku yang kecil, dan adik kedua ku yang di bawahku
juga hanya malam di rumah, pagi hingga sore sekolah dan dia pun sering tidak
betah di rumah dan bermalam di rumah teman-temannya. Akhirnya, rumah menjadi
tempatku berpesta pora.
Hampir setiap hari aku pulang membawa wanita ke rumahku, bermalam
sampai pagi. Entah apa saja yang kami lakukan berdua di rumah ku itu. Dan itu
terjadi berulang kali bahkan dengan wanita yang tidak sama.
Jumat, 11 Januari 2013
CERPEN-Dia Libur Aku Lembur, Aku Libur Dia Lembur
Dia Libur Aku Lembur,
Aku Libur Dia Lembur
Aku jatuh cinta pada
pandangan pertama dengan pria itu. Hhhhmmmm….senyumnya manis sekali, sangat
melekat di ingatanku. Hanya sekali aku memandanganya, namun berhari-hari
terbayangkan senyum itu. Yugi...Yugi Alfaro, hem…tentu saja aku tau nama pria
itu bukan karena hasil perkenalan antara kami berdua, melainkan ia adalah classmate ku, dan aku adalah Ainie.
So…ini sepenggal kisah cinta pertamaku.
Semakin mempesona saja
pria itu bagi ku, tatkala ia memainkan gitarnya di kelas ketika jam istirahat
bersama teman-teman yang lain. Dan tentu saja aku tak ingin ketinggalan momen
yang asyik ini. Aku pun ikut bergabung dan tanpa ada yang tau bahwa aku sangat
terkesima melihatnya….Wow….! cool….! Lagu nya yang selalu ku ingat dan sangat
merdu ketika dia menyanyikannya…gak kalah dengan penyanyi aslinya, Aku Masih Sayang-ST12. Sangat asyik di
dengar oleh telingaku.
Selasa, 01 Januari 2013
JODOH
Jika Jodoh adalah TAKDIR maka aku tak
perlu risau menerka dia atau dia jodohku dengan jalan mencoba menjalin hubungan
tanpa kehalalan sebagai alasan sebuah usaha pencarian.
Jika jodoh adalah TAKDIR maka aku harus beriman padanya, pada takdir-Nya bhwa jika sebuah nama telah ditetapkan menjadi belahan jiwa kita, kita pasti dipertemukan dengannya dlm ikatan yg diridhai-Nya. Maka cukuplah masa lajang...ku, ku isi dng perbaikan dan menuntut ilmu,cukuplah itu memberiku ketenangan ketimbang melanglang buana menjadi petualang cinta.
Namun, Jika Jodoh adalah pilihan,, Maka aku wajib berbenah diri, karena Rasullullah pernah bersabda ''…pilihlah yg baik agamanya agar kamu beruntung…''
Ya, jika aku tetap memilih seseorang hanya kerana silau akan kekayaannya meski agama dan akhlaknya buruk, maka pernikahan ku tak akan pernah dibarakahi-Nya.
TAKDIR ataupun PILIHAN tugas kita tetap sama, iaitu menuntut ilmu, berbenah diri dan membangun cinta kita pada Allah Ta'aala.
Jika jodoh adalah TAKDIR maka aku harus beriman padanya, pada takdir-Nya bhwa jika sebuah nama telah ditetapkan menjadi belahan jiwa kita, kita pasti dipertemukan dengannya dlm ikatan yg diridhai-Nya. Maka cukuplah masa lajang...ku, ku isi dng perbaikan dan menuntut ilmu,cukuplah itu memberiku ketenangan ketimbang melanglang buana menjadi petualang cinta.
Namun, Jika Jodoh adalah pilihan,, Maka aku wajib berbenah diri, karena Rasullullah pernah bersabda ''…pilihlah yg baik agamanya agar kamu beruntung…''
Ya, jika aku tetap memilih seseorang hanya kerana silau akan kekayaannya meski agama dan akhlaknya buruk, maka pernikahan ku tak akan pernah dibarakahi-Nya.
TAKDIR ataupun PILIHAN tugas kita tetap sama, iaitu menuntut ilmu, berbenah diri dan membangun cinta kita pada Allah Ta'aala.
Cerpen-Adzra dan Egy
Adzra dan Egy
Hujan……
Hhhmmmm…mengingatkan
aku pada seseorang…
“Jika saja engkau masih
bersabar sedikit saja lagi, mungkin kita masih bersama sampai saat ini”, aku
membatin seraya merenung dan membayang-bayangkan momen-momen yang terlewati
bersama pria itu.
Satu setengah
tahun,apakah waktu yang sia-sia ?....
Mengenal pria manis
dengan perangai yang sangat lembut itu membuatku tidak bisa
melupakannya….yaaahhh….sulit sekali.
November ceria…
Saat-saat pertama aku
mengenal pria itu.
“Adzra raiqa yang mana
orangnya?” pria itu sambil mendongakkan kepalanya mencari-cari sosok wanita
yang memiliki nama tersebut, begitulah kira-kira kalimat pertanyaan yang di
ujarkan pria itu.
“namanya Adzra raiqa ya
bu? Ini penulisan nama ID card nya salah ketik, mau diperbaiki atau gini aja?”
“di perbaiki dong..!”
celetukku….
Yaaahh,,,nama Adzra
raiqa yang disebut-sebut di atas tadi itulah aku, dan ini adalah sepenggal
kisah ku, dan percakapan yang ada di awal tadi adalah awal aku berkenalan
dengan pria itu, Egy Al-Furqon
Lumayan banyak percakapan
yang terjadi pada hari itu, entah bagaimana alurnya ternyata kami lancar saja
berkomunikasi via handphone seluler.
Langganan:
Postingan (Atom)